PengetahuanKnowledge
Literasi HS code, biosekuriti, harga internasional, dan kontrak — agar UMKM tidak gagal di pengiriman pertama.Literacy in HS codes, biosecurity, international pricing, and contracts — so SMEs do not fail on the first shipment.
Forum, matching, diplomasi — kerja lapangan.Forums, matching, diplomacy — field work.
Export Capacity · Market Development · Trade Diplomacy
Perkuat Kapasitas Ekspor IndonesiaStrengthening Indonesia's Export Capacity
Menghubungkan pengetahuan, pasar, dan jejaring agar bisnis Indonesia tumbuh di pasar global — dari literasi ekspor sampai diplomasi dagang di lapangan.Connecting knowledge, markets, and networks so Indonesian businesses grow globally — from export literacy to trade diplomacy in the field.
“Eksportir menang bukan karena harga paling murah, tetapi karena standar, reputasi, dan jejaring yang merawat kepercayaan.”“Exporters win not on the cheapest price, but on standards, reputation, and networks that keep trust.”
Fokus hari iniThe work now
Setelah lebih dari satu dekade di dalam sistem perdagangan Indonesia — pengawasan, promosi, pengembangan pasar, lalu diplomasi — Haris menyusun ulang kerjanya sebagai personal positioning: bagaimana kapasitas ekspor dibangun, siapa yang harus bertemu, dan saluran apa yang membuat Indonesia terlihat di pasar tujuan.After more than a decade inside Indonesia’s trade system — oversight, promotion, market development, then diplomacy — Haris reframes the work as personal positioning: how export capacity is built, who must meet, and which channels make Indonesia visible in destination markets.
Literasi HS code, biosekuriti, harga internasional, dan kontrak — agar UMKM tidak gagal di pengiriman pertama.Literacy in HS codes, biosecurity, international pricing, and contracts — so SMEs do not fail on the first shipment.
Australia dan Pasifik sebagai laboratorium: standar ketat, pembeli yang teliti, dan peluang yang hanya terbuka jika reputasi dijaga.Australia and the Pacific as a laboratory: strict standards, careful buyers, and opportunities that open only when reputation is kept.
Diaspora, mahasiswa, buyer, dan perwakilan dagang — orang yang sudah ada di pasar tujuan, bukan yang baru datang untuk pameran.Diaspora, students, buyers, and trade posts — people already in the destination market, not those who arrive only for a fair.
Ruang matching dan forum — tempat kebijakan bertemu pelaku usaha.Matching rooms and forums — where policy meets businesses. Baca profil lengkapRead the full profile →
Profil singkatShort profile
Haris bukan mulai dari podium. Ia mulai dari kertas kerja pengawasan di Inspektorat Jenderal Kementerian Perdagangan: bagaimana program disusun, bagaimana temuan diikuti, dan mengapa banyak inisiatif ekspor berhenti sebelum sampai ke eksportir.Haris did not start on a podium. He started with oversight papers at the Inspectorate General of the Ministry of Trade: how programs are built, how findings are followed, and why so many export initiatives stop before they reach the exporter.
Ketika ia pindah ke lapangan — memimpin ITPC Sydney — pertanyaan itu berubah menjadi operasional: siapa pembelinya, apa standarnya, di mana hambatannya, dan bagaimana mempertemukan orang yang tepat. Kembali ke Jakarta, kerja itu merentang ke kerja sama Eropa dan pengembangan pasar. Di Canberra, semuanya menjadi diplomasi dagang: negara, diaspora, kanal digital, dan kepercayaan.When he moved to the field — leading ITPC Sydney — the question became operational: who is the buyer, what is the standard, where is the barrier, and how do the right people meet. Back in Jakarta the work stretched into European cooperation and market development. In Canberra it became trade diplomacy: the state, the diaspora, digital channels, and trust.
Ia menulis dan mengajar dari pengalaman itu — termasuk After Sahur Export Bootcamp dan esai Diaspora, Digitalisasi dan Diplomasi Dagang — supaya kapasitas ekspor tidak hanya milik kementerian, tetapi milik orang yang berani masuk pasar.He writes and teaches from that experience — including After Sahur Export Bootcamp and the essay Diaspora, Digitalisation and Trade Diplomacy — so export capacity belongs not only to ministries, but to people willing to enter the market.
Audit, reviu, dan tata kelola di Inspektorat — belajar bahwa ekspor gagal sering karena kelembagaan, bukan karena produk.Audit, review, and governance at the Inspectorate — learning that exports often fail because of institutions, not products.
ITPC Sydney: intelijen pasar, promosi, matching, dan hambatan dagang — ekspor sebagai kerja harian di negara tujuan.ITPC Sydney: market intelligence, promotion, matching, and trade barriers — export as daily work in the destination country.
DJPEN Jakarta: kerja sama Eropa, analisis pasar, dan informasi ekspor — merakit program yang bisa diulang, bukan event sekali jalan.DJPEN Jakarta: European cooperation, market analysis, and export information — assembling programs that can be repeated, not one-off events.
Atase Perdagangan KBRI Canberra: diplomasi, diaspora, bootcamp UMKM, Campuspreneur, dan kanal digital sebagai infrastruktur pasar.Trade Attaché at the Indonesian Embassy in Canberra: diplomacy, diaspora, SME bootcamps, Campuspreneur, and digital channels as market infrastructure.
PengakuanRecognition
Kategori Perwakilan Pemerintah Pendukung Ekspor Internasional — Kementerian Perdagangan.Government representative supporting international exports — Ministry of Trade.
Perwakilan perdagangan dengan kanal digital paling efektif — distribusi gagasan, bukan vanity metric.Trade post with the most effective digital channel — distributing ideas, not vanity metrics.
Penghargaan masa bakti — pengingat bahwa diplomasi dagang adalah kerja panjang, bukan musim kampanye.Long-service honour — a reminder that trade diplomacy is long work, not a campaign season.
KPLB nasional — dibaca di sini sebagai kepercayaan kelembagaan, bukan sebagai identitas.National extraordinary promotion — read here as institutional trust, not as identity.
KeahlianExpertise
Ini bukan daftar jabatan. Ini peta kerja yang dipakai berulang: dari ruang pengawasan sampai ruang matching di Canberra.This is not a job list. It is a map of work used again and again: from oversight rooms to matching rooms in Canberra.
Membangun daya tahan eksportir sebelum barang berangkat. Bukan seminar motivasi, tetapi literasi yang membuat pengiriman pertama tidak menjadi pengiriman terakhir.Building exporter resilience before goods leave. Not motivational seminars — literacy so the first shipment is not the last.
Baca selengkapnyaRead More →Membuka pasar tujuan dan merawatnya: pembeli, distributor, standar, dan kehadiran yang berulang. Pasar tidak “ditembus” sekali; ia dihuni.Opening a destination market and tending it: buyers, distributors, standards, and repeated presence. A market is not “broken into” once; it is inhabited.
Baca selengkapnyaRead More →Membaca permintaan dan hambatan agar keputusan ekspor tidak berbasis tebakan. Intelijen yang berguna adalah yang sampai ke pelaku usaha dalam bahasa yang bisa dipakai.Reading demand and barriers so export decisions are not guesswork. Useful intelligence is intelligence that reaches businesses in a language they can use.
Baca selengkapnyaRead More →Mempertemukan eksportir dengan pembeli yang relevan. Event hanya alat; yang diukur adalah pertemuan yang dilanjutkan menjadi kontrak atau uji kirim.Matching exporters with relevant buyers. The event is only a tool; what is measured is the meeting that becomes a contract or a trial shipment.
Baca selengkapnyaRead More →Memakai media sosial, kanal informasi, dan asisten virtual sebagai infrastruktur pasar — pelajaran dari perwakilan dagang yang dinilai paling efektif di kanal digital.Using social media, information channels, and virtual assistants as market infrastructure — the lesson of a trade post judged most effective on digital channels.
Baca selengkapnyaRead More →Diplomasi yang praktis: hambatan non-tarif, kepercayaan antarlembaga, dan orang Indonesia yang sudah tinggal di pasar tujuan sebagai jembatan, bukan penonton.Practical diplomacy: non-tariff barriers, institutional trust, and Indonesians already living in the destination market as a bridge, not an audience.
Baca selengkapnyaRead More →DampakImpact
Kerangka ini menandai skala. Angka final akan dikunci bersama arsip program — yang penting dibaca sekarang adalah pola: program, forum, pameran, dan konten sebagai satu mesin.This frame marks scale. Final figures will be locked with the program archive — what matters now is the pattern: programs, forums, exhibitions, and content as one machine.
Bootcamp, pendampingan, dan inisiatif pasar yang disusun berulang.Bootcamp, pendampingan, dan inisiatif pasar yang disusun berulang.
Ruang bicara dengan pelaku usaha, mahasiswa, dan pembeli.Ruang bicara dengan pelaku usaha, mahasiswa, dan pembeli.
Kehadiran di pameran sebagai alat matching, bukan destinasi.Kehadiran di pameran sebagai alat matching, bukan destinasi.
Kanal yang membuat intelijen pasar sampai setiap minggu.Kanal yang membuat intelijen pasar sampai setiap minggu.
Karya pilihanFeatured work
Empat benang yang akan diurai lebih dalam di Tahap 3. Untuk sekarang: cukup untuk merasakan medan kerjanya.Four threads to be unpacked in Stage 3. For now: enough to feel the terrain.
Pasar Australia · 2015–2026Australia Market · 2015–2026
Australia adalah laboratorium: biosekuriti ketat, pembeli yang membaca standar sebelum harga, dan peluang plywood, kopi, kakao, rempah, furnitur, serta produk digital. Kerja di Sydney dan Canberra mengajarkan bahwa “masuk pasar” berarti memahami HS code, uji kirim, dan reputasi yang tidak bisa dibeli di pameran.Australia is a laboratory: strict biosecurity, buyers who read standards before price, and openings in plywood, coffee, cocoa, spices, furniture, and digital products. Work in Sydney and Canberra taught that “entering the market” means HS codes, trial shipments, and a reputation that cannot be bought at a fair.
Dari ITPC sampai Atase: intelijen mingguan, matching 1-on-1, dan kanal digital yang membuat eksportir Indonesia tetap terlihat setelah delegasi pulang.From ITPC to Attaché: weekly intelligence, 1-on-1 matching, and digital channels that keep Indonesian exporters visible after the delegation flies home.
Lihat proyekView Project →Promosi eksporExport Promotion
Forum, pameran, dan narasi produk. Bukan booth yang ramai satu minggu, tetapi cerita yang masih dibaca pembeli bulan berikutnya.Forums, exhibitions, and product narrative. Not a booth that is busy for a week, but a story buyers still read the next month.
Lihat proyekView Project →Business Matching
Satu pertemuan yang dilanjutkan lebih berharga daripada seratus foto bersama. Matching adalah kurasi: siapa yang siap kirim, siapa yang siap beli.One meeting that continues is worth more than a hundred group photos. Matching is curation: who is ready to ship, who is ready to buy.
Lihat proyekView Project →Penguatan kapasitasExport Capacity Building
After Sahur Export Bootcamp: 30 hari menembus Australia dan Pasifik. Literasi yang bisa dipraktikkan oleh UMKM sebelum kontrak ditandatangani.After Sahur Export Bootcamp: 30 days into Australia and the Pacific. Literacy SMEs can practice before a contract is signed.
Lihat proyekView Project →TulisanWriting
2026 · BukuBook
30 Hari Menembus Pasar Australia dan Pasifik — kurikulum praktis: riset pasar, HS code, biosekuriti, harga, dan negosiasi.30 Days into the Australian and Pacific Market — a practical curriculum: market research, HS codes, biosecurity, pricing, and negotiation.
Baca selengkapnyaRead More →2026 · EsaiEssay
Model penguatan ekspor Indonesia di Australia: orang yang sudah ada di pasar, kanal yang merawat kepercayaan, dan diplomasi yang tidak berhenti di seremoni.A model for strengthening Indonesian exports in Australia: people already in the market, channels that keep trust, and diplomacy that does not stop at ceremony.
Baca selengkapnyaRead More →Export Insights
Bootcamp · 2026 · 8 menit baca8 min read
Mengapa literasi ekspor harus dimulai sebelum kontrak: HS code, biosekuriti Australia, struktur harga, dan negosiasi yang tidak menyerah pada perang diskon. Catatan dari bootcamp 30 hari untuk UMKM yang ingin masuk Australia dan Pasifik.Why export literacy must start before the contract: HS codes, Australian biosecurity, price structure, and negotiation that does not surrender to a discount war. Notes from a 30-day bootcamp for SMEs entering Australia and the Pacific.
Baca selengkapnyaRead More →Diplomasi · 2026
Mahasiswa dan diaspora di Australia bukan penonton. Mereka bisa menjadi buyer, distributor, dan penghubung jika diberi peta yang jelas.Students and diaspora in Australia are not an audience. They can become buyers, distributors, and connectors if given a clear map.
Baca selengkapnyaRead More →KapasitasCapacity · 2026
Pameran tidak cukup jika prosedur, standar, dan jejaring belum siap. Promosi tanpa kapasitas hanya menghasilkan foto.Exhibitions are not enough if procedure, standards, and networks are not ready. Promotion without capacity only produces photographs.
Baca selengkapnyaRead More →Campuspreneur · 2026
Workshop di ANU Canberra: mahasiswa Indonesia di luar negeri sudah memahami dua pasar. Tugas kita adalah memberi mereka peran, bukan hanya inspirasi.Workshop at ANU Canberra: Indonesian students abroad already understand two markets. Our task is to give them a role, not only inspiration.
Baca selengkapnyaRead More →KolaborasiCollaboration
Ideas · Knowledge · Networks · Collaboration
Untuk eksportir yang siap belajar pasar, pembeli yang mencari pemasok Indonesia, diaspora yang ingin jadi jembatan, dan institusi yang butuh mitra program. Ini undangan kerja — bukan formulir seremoni.For exporters ready to learn a market, buyers seeking Indonesian suppliers, diaspora who want to be a bridge, and institutions that need a program partner. This is an invitation to work — not a ceremonial form.
Mari berkolaborasiLet's Collaborate